Pages

 

Rabu, 18 Juli 2012

FAEDAH MENUNAIKAN PUASA

0 komentar
Puasa mengandung banyak hikmah dan faedah yang berkisar pada ketaqwaan yang disebutkan oleh Allah I di dalam firman-Nya: “agar kamu bertaqwa.” Penjelasannya adalah: Sesungguhnya apabila nafsu dapat menahan dirinya dari perbuatan halal karena mendam-bakan keridhaan Allah I dan takut hukuman-Nya, maka sudah pasti tunduk untuk menahan diri dari yang haram.

1.    Sesungguhnya apabila perut seseorang lapar, maka rasa lapar indra yang lain terhalangi, dan apabila perutnya kenyang, maka akan laparlah lisan, mata, tangan dan kemaluannya (nafsu seksnya). Jadi, puasa itu dapat mematahkan rongrongan setan dan melumpuhkan syah-wat dan menjaga anggota tubuh.

2.    Sesungguhnya apabila orang yang berpuasa itu merasakan penderitaan lapar, maka ia akan merasakan pula penderitaan orang-orang fakir, maka timbullah rasa belas kasih dan uluran tangan untuk menutup kebutuhan mereka; karena sebagaimana pepatah mengatakan: “Berita itu tidak seperti dengan apa yang kita lihat dengan mata kepala kita sendiri” dan “orang yang naik kendaraan itu tidak akan mengetahui sengsaranya pejalan kaki kecuali apabila ia jalan kaki.” 

3.    Sesungguhnya puasa dapat mendidik dan menumbuhkan kemauan menghindarkan dari hawa nafsu dan jauh dari kemaksiatan, karena di waktu berpuasa kita dapat memaksa tabi`at kita dan menyapih nafsu dari kebiasaan-kebiasaannya. Puasa juga membiasakan kita berdisiplin dan tepat waktu, yang mampu menanggulangi keteledoran banyak orang jikalau mereka berakal. Puasa juga menampakkan prinsip kesatuan kaum muslimin, dimana segenap umat berpuasa dan berhari raya bersama pada bulan yang sama.

4.    Di dalam berpuasa juga terdapat kesempatan yang sangat berharga bagi para da`i untuk menyeru manusia ke jalan Allah I dimana pada bulan ini hati mereka cenderung ke mesjid-mesjid. Di antara mereka ada yang masuk masjid merupakan yang pertama kali, dan ada pula yang sudah lama tidak masuk masjid; mereka sedang berada di dalam suatu kerinduan yang sangat jarang terjadi. Maka momentum ini harus digunakan sebaik-baiknya oleh para da`i untuk memberikan nasihat-nasihat yang menyentuh hati dan menyampaikan materi-materi yang sesuai serta ceramah-ceramah yang bermanfaat yang disertai dengan tolong-menolong dalam kebajikan dan ketaqwaan. Namun, hendaknya da`i jangan terlalu disibukkan mengurusi orang lain hingga lupa dirinya hingga seperti  lilin, menerangi orang dan membiarkan dirinya terbakar.

0 komentar:

Poskan Komentar