Pages

 
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

Beberapa Hal yang Selayaknya Dikerjakan di Bulan Suci ini

0 komentar

1.    Mempersiapkan suasana dan jiwa untuk beribadah, segera bertobat dan berinabah (kembali) kepada Allah I, bergembira karena datangnya bulan Ramadhan, menger-jakan puasa secara baik, khusyu` di dalam menjalankan shalat tarawih, tidak merasa jenuh pada sepuluh hari kedua, dan berupaya maksimal untuk mendapatkan Lailatul Qadar, menamatkan bacaan Al-Qur'an secara berkesinambungan dengan disertai tangisan dan peng-hayatan, umrah di bulan suci Ramadhan yang sama pahalanya dengan menunaikan ibadah haji, bersedekah yang dilipatgandakan pahalanya dan i`tikaf sangat dian-jurkan.

2.    Tidak mengapa anda mengucapkan selamat atas datangnya bulan suci Ramadhan, karena Rasulullah r memberitakan dengan penuh gembira kepada para shahabatnya akan kedatangan bulan suci Ramadhan dan menghimbau mereka untuk memeliharanya. Diriwayat-kan dari Abu Hurairah t ia menuturkan: Rasulullah r bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Allah I telah mewajibkan kamu berpuasa Ramadhan, pada bulan ini pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu Jahannam ditutup, tangan-tangan setan dibelenggu, dan di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, maka barangsiapa yang dijauhkan dari kebaikannya, maka benar-benar telah dijauhkan.”(32)
Read more...

AGENDA SEBELUM RAMADHAN

0 komentar
Wahai saudaraku seiman, berikut ini adalah (usulan) program harian agar kita bisa memanfaatkan bulan Ramadlan yang penuh berkah ini di samping pentingnya ikhlas dalam setiap amal kita, yang harus diperhatikan- :
1.      Berdoa kepada Allah I, agar Allah I berkenan menyampaikan kita pada bulan Ramadlan tahun ini, memberikan kekuatan kita untuk bisa puasa, shalat dan semua jenis amal shaleh.
2.      Mempelajari hukum-hukum puasa dan mengenal tuntunan Rasulullah r dalam masalah puasa.
3.      Berusaha agar senantiasa bisa mendapatkan takbiratul ihram yang pertama bersama imam dalam seluruh shalat jamaah yang kita kerjakan (di masjid), karena Rasulullah r telah bersabda:
من صلى لله أربعين يوما في جماعة يدرك التكبيرة الأولى كتبت له براءتان براءة من النار وبراءة من النفاق
Barangsiapa yang shalat karena Allah I selama empat puluh hari berjamaah dan mendapati takbiratul ihram yang pertama maka ia akan dibebaskan dari dua hal: dibebaskan dari api neraka dan dibebaskan dari kemunafikan. (HR Imam At Tirmidzi, Kitab Ash Sholah, nomor hadits 41. Hadits ini hasan menurut Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Lihat Shahih Al Jami nomor 2652)
4.      Shalat Shubuh berjamaah di masjid, kemudian duduk untuk berdzikir dan membaca al Qur`an sampai terbit matahari. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah r:
من صلى الغداة في جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس ثم صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة تامة تامة تامة.  قال أبو عيسى هذا حديث حسن غريب
Barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka dicatat baginya (pahala) haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna.  (HR Imam At Tirmidzi, Kitab Al Jumah nomor 586, Imam Tirmidzi mengatakan hadits ini hadits hasan gharib. Menurut Syaikh Al Albani rahimahullah- hadits ini kedudukannya hasan. Lihat Shahih At Targhib wat Tarhib nomor 461)
5.      Pergi belajar dan bekerja dengan penuh semangat dan kesungguhan karena bulan Ramadlan adalah bulan amal dan jihad.
6.      Setelah melakukan shalat Ashar anda bisa melakukan istirahat sebentar kemudian berusaha untuk bedzikir, istighfar, bertahlil, membaca dzikir petang atau mengikuti pengajian sampai waktu berbuka.
7.      Ketika berbuka, kita ingat bahwa orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak akan ditolak ketika berbuka puasa, maka jangan lupa mendoakan saudara-saudara kita sesama kaum muslimin.
8.      Setelah shalat Maghrib, usahakan jangan terlalu banyak makan agar dapat melaksanakan shalat Isya dan tarawih dengan tenang dan khusyu. Manfaatkan waktu ini untuk membaca buku-buku yang bermanfaat.
9.      Setelah shalat Tarawih, ada waktu luang yang bisa digunakan untuk mendapatkan berbagai pengetahuan agama (melalui membaca), bershilaturahim, mengunjungi orang yang sakit dan lain-lain. Hindari melakukan kegiatan yang tidak ada manfaatnya, membuang-buang waktu, atau menonton acara-acara yang diharamkan oleh Allah I. Ketahuilah bahwa malam-malam bulan Ramadlan sama dengan siangnya. Kita juga diwajibkan untuk menjaga anggota tubuh agar tidak melakukan hal-hal yang diharamkan.
10.   Manfaatkan malam-malam bulan Ramadlan dengan ibadah namun gunakan juga untuk istirahat, kemudian bangun sebelum Shubuh untuk makan sahur.
11.   Bulan Ramadlan adalah bulan infaq. Jangan sia-siakan kesempatan yang baik ini. Berikan sebagian harta kita untuk makan orang yang berbuka puasa (tajil) atau menolong orang yang membutuhkan dan berikan zakat bagi orang yang berhak.
12.   Lakukan umrah di bulan Ramadlan, jika anda memiliki kemampuan, karena Rasulullah r bersabda :

فإن عمرة فيه تعدل حجة

“…karena umrah di bulan Ramadlan seperti haji. (HR Bukhari dan Muslim)
13.   Menghidupkan salah satu sunnah Rasulullah r yaitu itikaf.

إذا دخل العشر شد مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله

Rasulullah r jika memasuki sepuluh (hari terakhir bulan Ramadlan) mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya (tidak banyak tidur malam) dan membangunkan istrinya.  (HR Bukhari dan Muslim)
14.   Kita jadikan bulan Ramadlan ini sebagai titik awal untuk melakukan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah I dari berbagai dosa yang pernah kita lakukan.
Mudah-mudahan Allah I menerima amalan kita semua
Read more...

SEPINTAS TENTANG LAILATUL QADAR

0 komentar
Lailatul Qadar atau malam kemuliaan adalah malam yang dikabarkan oleh Allah SWT sebagai malam kemuliaaan, dimana nilai keberkahan malam itu lebih baik daripada seribu bulan. Malam dimana para malaikat dan malaikat Jibril turun kedunia menebarkan salam hingga terbit fajar. Secara tegas dan jelas Allah SWT menerangkan malam itu dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Al Qadr 1-5).

Berkaitan dengan sebab turunnya ayat (sabab nuzul) tersebut diriwayatkan Rasulullah menceritakan kepada para sahabat bahwa di masa lalu ada pemuda Bani Israil yang berjihad di siang hari dan beribadah qiyamul lail di malam hari selama seribu bulan berturut-turut. Para sahabat pun berdecak kagum terhadap amalan pemuda bani Israil itu dan membayangkan betapa besar pahala orang itu. Namun Rasulullah saw. menyebutkan adanya pahala yang lebih besar dari itu, yakni amal ibadah seorang mukmin pada suatu malam yang disebut lailatul qadar.
Di samping itu lailatul qadar juga disebut oleh Allah SWT sebagai malam keberkahan (lailatul mubaarakah). Allah SWT berfirman:
“sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. (QS. Ad Dukhan 3).

Keistimewaan Lailatul Qadar?

Apa keistimewaan malam itu sehingga memperoleh kedudukan yang sangat tinggi? Ada dua sebab penting. Pertama, karena pada malam itulah diturunkannya Al Qur'an sebagaimana firman Allah:

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)" (QS. Al Baqarah 185).

Sedangkan Al Qur'an memberikan kehidupan baru bagi umat manusia, sehingga malam itu adalah awal dimulainya kehidupan baru bagi manusia sehingga layak sekali dijadikan hari yang mulia. Abu Bakar Al Warraq mengatakan : "Malam itu dinamakan lailatul qadar karena pada malam itu turun Al Qur'an yang mempunyai kedudukan yang tinggi, dibawa oleh malaikat yang memiliki derajat yang tinggi, kepada Rasul yang mempunyai derajat yang tinggi, untuk disampaikan kepada umat yang tinggi pula".
Kedua, pada malam itulah turun banyak sekali malaikat yang disertai Jibril a.s. untuk memberikan ucapan keselamatan (tahiyyat) kepada orang-orang yang berpuasa (shaimin) yang ikhlas (mukhlisin) dan untuk menyaksikan amal ibadah mereka, serta untuk menebarkan salam dan rahmat di antara penduduk bumi.
Oleh karena itu, malam itu juga disebut "malam keselamatan" (lailatus salam) atau malam kemuliaan (lailatus syaraf). Juga dinamakan lailatut tajalli dimana Allah SWT melimpahkan cahaya dan hidayah-Nya untuk para hamba-Nya, orang-orang yang shaum (shaimin), dan orang-orang yang beribadat malam.
Ada yang menyatakan bahwa bilangan malaikat yang turun ke bumi pada malam itu lebih banyak dari pasir. Allah menerima taubat segala orang yang bertaubat pada malam itu. Pada malam itu dibuka segala pintu langit sejak terbenamnya matahari sampai kembali terbit. Lalu para malaikat itu menancapkan panji-panji di empat tempat, pertama di sisi Ka'bah; kedua di sisi kubur Rasulullah; ketiga di sisi Masjid Al Aqsha di Baitul Maqdis; dan keempat di sisi Masjid Tursina. Kemudian mereka bertebaran ke seluruh pelosok bumi, memasuki rumah-rumah orang mukmin sambil bertasbih, bertahlil, bertaqdis, dan memohon ampunan buat umat Muhammad saw. (lihat Hasbi Ash Shiddieqy, Pedoman Puasa, 242-243).
Memang keistimewaan lailatul qadar ini tak bisa dikhayalkan besarnya, sebab memang turunnya adalah sebagai bagian dari syari'at Allah SWT yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. yang kedatangannya merupakan rahmat Allah bagi seluruh alam. Allah SWT berfirman:
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam" ( Al Anbiyaa' 107)
Juga firman-Nya:

“(1) Haa Miim (2) Demi Kitab (Al Qur'an) yang menjelaskan, (3) sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. (4) Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (5) (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, (6) sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” ( Ad Dukhan 1-6)

Di dalam kitab Syu'abul Iman diriwayatkan suatu hadits oleh Imam Baihaqi dari Anas r.a. yang berkata: "Rasulullah saw. bersabda: Bila datang lailatul qadar, turunlah Jibril bersama rombongan angkatan malaikat yang jumlahnya besar sekali. Mereka bershalawat kepada segala hamba yang berdiri maupun yang sedang duduk menyebut nama Allah. Apabila telah datang hari raya, Allah SWT membanggakan diri kepada para Malaikat dengan hamba-Nya itu. Allah berfirman: 'Hai malaikat-Ku! Apakah balasan buat seorang pekerja yang telah menyempurnakan pekerjaannya? Para malaikat menjawab: Ya Rabbana, balasannya adalah disempurnakan upahnya. Allah berfirman: Wahai malaikat-Ku, para hamba-Ku, baik lelaki maupun perempuan telah menyelesaikan fardlu yang telah Kuwajibkan atas mereka. Kemudian mereka keluar ke tanah lapang untuk berdoa. Demi kebesaran-Ku, keagungan-Ku, kemulian-Ku, ketinggian-Ku, dan ketinggian tempat-Ku, Aku akan memperkenankan doa mereka. Kemudian Allah berfirman kepada para hamba-Nya: 'Kembalilah kalian, sungguh Aku telah gantikan keburukanmu dengan kebaikan".

Kapan saat Lailatul Qadar ?

Jelas malam turunnya Lailatul Qadar adalah pada bulan Ramadlan. Hanya saja, pada malam keberapa? Inilah yang dirahasiakan oleh Rasulullah saw. Beliau hanya memberikan isyarat untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir. Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Kitab Al Muwattha' dari Abi Said Al Khudri yang berkata:

"Adalah Rasulullah SAW. beri'tikaf pada puluhan yang kedua dari bulan Ramadhan. Pada suatu tahun setelah sampai beliau pada malam 21 yang seharusnya beliau keluar dari i'tikaf pada pagi harinya, beliau berkata: "Barang siapa turut beri'tikaf bersamaku, hendaklah beri'tikaf pada puluhan yang akhir. Sungguh telah diperlihatkan kepadaku malam al-qodar. Kemudian aku dijadikan lupa. Aku bersujud pada paginya di air dan tanah. Karena itu carilah dia di puluhan yang akhir, carilah dia di tiap-tiap malam yang ganjil. Berkata Abu Said: "Maka turunlah hujan pada malam itu, sedangkan masjid diatapi dengan daun korma dan meneteslah air ke lantai. Kedua mataku melihat Rasulullah kembali dari masjid, sedangkan pada dahinya nampak bekas air dan tanah, yaitu malam 21."

Diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dari Aisyah bahwa Rasulullah saw. bersabda:

"Carilah dengan segala daya upaya malam al-qodar di malam-malam ganjil dari sepuluhan yang akhir dari bulan Ramadhan."

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Umar bahwa Nabi bersabda:

"Maka barang siapa yang hendak mencari malam al-qodar, zarilah pada malam tujuh yang akhir.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Umar bahwa Nabi bersabda:
"Carilah lailatul qodar pada sepuluhan yang akhir; jika seseorang kamu lemah mencari, maka janganlah kamu kalah dalam mencari pada tujuh yang akhir.

Imam Qurthubi menyebut jumhur ulama berpendapat bahwa lailatul qadar itu jatuh pada malam ke 27 mengingat hadits Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Ubai bin Ka'ab yang berkata:

"Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Malam al Qadar adalah malam keduapuluh tujuh".
Read more...

Doa Seputar Bulan Ramadhan

0 komentar

Ramadhan memang bulan penuh berkah. Di bulan inilah Allah SWT menjanjikan banyak kesempatan bagi Umat Islam untuk memperbaiki dan introspeksi agar mencapai ketakwaan.
Dibulan ini pula diturunkan malam kemuliaan yaitu Lailatul Qodar yang nilainya setara dengan 1000 bulan.
Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dan tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku ... Wahai Tuhan sekalian alam!! Dan ampunilah aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa.
Yaa Allah! Dekatkanlah aku kepada keridloan-MU dan jauhkanlah aku dan kemurkaan serta balasan-MU. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-MU dengan rahmat-MU, Wahai Maha Pengasih dari semua Pengasih!!
Yaa Allah! Berikanlah aku rizki akal dan kewaspadaan, dan jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang KAU turunkan, demi kemurahan-MU, Wahai dzat Yang Maha Dermawan dari semua dermawan!
Doa hari - 4
Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU, dan berilah aku manisnya bendzikir mengingat-MU. Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU, dengan kemuliaan-MU. Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU, Wahai dzat Yang Maha Melihat.
Doa hari – 5
Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang memohon ampunan, dan jadikanlah aku sebagai hamba-MU yang sholeh dan setia serta jadikanlah aku diantara Auliya'-MU yang dekat disisi-MU, dengan kelembutan-MU, Wahai dzat Yang Maha Pengasih di antara semua pengasih.
Doa hari – 6
Yaa Allah! Janganlah Engkau hinakan aku karena perbuatan maksiat terhadap-MU, dan janganlah Engkau pukul aku dengan cambuk balasan-MU. Jauhkanlah aku dari hal-hal yang dapat menyebabkan kemurkaan-MU, dengan anugerah dan bantuan-MU, Wahai puncak keinginan orang-orang yang berkeinginan!
Doa hari – 7
Yaa Allah! Bantulah aku untuk melaksanakan puasanya, dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku dari kelalaian dan dosa-dosanya. Dan berikanlah aku dzikir berupa dzikir mengingat-MU secara berkesinambungan, dengan Taufiq-MU, Wahai Pemberi Petunjuk orang-onang yang sesat.
Doa hari – 8
Yaa Allah! Berilah aku rizki berupa kasih sayang tenhadap anak-anak yatim dan pemberian makan, serta penyebaran salam, dan pergaulan dengan orang-onang mulia, dengan kemuliaan-MU, Wahai tempat berlindung bagi orang-orang yang berharap.
Doa hari – 9
Yaa Allah! Sediakanlah untukku sebagian dari rahmat-MU yang luas, dan berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-ajaran-MU yang terang, dan bimbinglah aku menuju kepada kerelaan-MU yang penuh dengan kecintaan-MU, Wahai harapan orang-orang yang rindu.
Yaa Allah! Jadikanlah aku diantara orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, dan jadikanlah aku diantara orang-orang yang menang disisi-MU, dan jadikanlah aku diantara orang-orang yang dekat kepada-MU dengan ihsan-MU, Wahai Tujuan orang-orang yang memohon.
Doa hari – 11
Yaa Allah! Tanamkanlah dalam diriku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diriku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku kemurkaan-MU dan api neraka dengan pertolongan-MU, Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan.
Doa hari – 12
Yaa Allah! Hiasilah diriku dengan penutup dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian qana'ah dan kerelaan. Tempatkanlah aku di atas jalan keadilan dan sikap tulus. Amankanlah diriku dari setiap yang aku takuti dengan penjagaan-MU, Wahai penjaga orang-orang yang takut.
Doa hari – 13
Yaa Allah! Sucikanlah diriku dari kekotoran dan kejelekan. Berilah kesabaran padaku untuk menenima segala ketentuan. Dan berilah kemampuan kepadaku untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuan-MU, Wahai Dambaan orang-orang miskin.
Doa hari – 14
Yaa Allah! Janganlah.Engkau hukum aku, karena kekeliruan yang kulakukan. Dan ampunilah aku dari kesalahan-kesalahan dan kebodohan. Janganlah Engkau jadikan diriku sebagai sasaran bala' dan malapetaka dengan kemualian-MU, Wahai Kemulian kaum Muslimin.
Doa hari – 15
Yaa Allah! Berilah aku rizki berupa ketaatan orang-orang yang khusyu'. Dan lapangkanlah dadaku
dengan taubatnya orang-orang yang menyesal, dengan keamanan-MU, Wahai Keamanan untuk orang-orang yang takut.
Yaa Allah! Berilah aku kemampuan untuk hidup sebagaimana kehidupan orang-orang yang baik. Dan jauhkanlah aku dari kehidupan bersama orang-orang yang jahat. Dan naungilah aku dengan rahmat-MU hingga sampai kepada alam akhirat. Demi ketuhanan-MU Wahai Tuhan seru sekalian alam.
Doa hari – 17
Yaa Allah! Tunjukkanlah aku kepada amal kebajikan dan penuhilah hajat serta cita-cita-ku. Wahai Yang Maha Mengetahui keperluan, tanpa pengungkapan permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui segala yang ada didalam hati seluruh isi alam. Shalawat atas Mohammad dan keluarganya yang suci.
Doa hari – 18
Yaa Allah! Sedarkanlah aku akan berkah-berkah yang terdapat di saat saharnya. Dan sinarilah hatiku dengan terang cahayanya dan bimbinglah aku dan seluruh anggota tubuhku untuk dapat mengikufi ajaran-ajarannya, Demi cahaya-Mu Wahai Penerang hati para arifin.
Doa hari – 19
Yaa Allah! Penuhilah bagianku dengan berkah-berkahnya, dan mudahkanlah jalanku menuju kebaikan-kebaikannya. Janganlah Kau jauhkan aku dari ketertedmaan kebaikan-kebaikannya, Wahai Pembeda petunjuk kepada kebenaran yang terang.
Doa hari – 20
Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu surga dan tutupkanlah bagiku pintu-pintu neraka, dan berikanlah kemampuan padaku untuk membaca al-Qur’an Wahai Penurun ketenangan di dalam hati orang-orang Mu'min.
Doa hari – 21
Yaa Allah! berilah aku petunjuk menuju kepada keridhoan-MU. Dan janganlah Engkau beri jalan kepada setan untuk menguasaiku. Jadikanlah sorga bagiku sebagai tempat tinggal dan peristirahatan, Wahai Pemenuh kepenluan orang-orang yang meminta.
Doa hari – 22
Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-MU, turunkan untukku berkah-berkah-Mu. Berilah kemampuan untukku kepada penyebab-penyebab keridhoan-MU, dan tempatkanlah aku di dalam surga-MU yang luas, Wahai Penjawab doa orang-orang yang dalam kesempitan.
Doa hari – 23
Yaa Allah! Sucikanlah aku dari dosa-dosa, dan bersihkanlah diriku dari segala aib. Tanamkanlah
ketaqwaan di dalam hatiku, Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa.
Doa hari – 24
Yaa Allah! Aku memohon kepada-MU hal-hal yang mendatangkan keridhoan-MU, dan aku berlindung dengan-MU dan hal-hal yang mendatangkan kemarahan-MU, dan aku memohon kepada-MU kemampuan untuk mentaati-MU serta menghindani kemaksiatan tenhadap-MU, Wahai Pemberi para peminta.
Yaa Allah! Jadikanlah aku orang-orang yang mencintai Auliya’-MU dan memusuhi musuh-musuh-MU. Jadikanlah aku pengikut sunnah-sunnah penutup Nabi-MU, Wahai Penjaga hati para Nabi.
Doa hari – 26
Yaa Allah! Jadikanlah usahaku sebagai usaha yang disyukuri, dan dosa-dosaku diampuni, amal perbuatanku diterima, dan seluruh aibku ditutupi, Wahai Maha Pendengar dan semua yang mendengar.

Doa hari – 27
Yaa Allah! Rizkikanlah kepadaku keutamaan Lailatul Qadr, dan ubahlah perkara-perkaraku yang sulit menjadi mudah. Terimalah permintaan maafku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-hambanya yang sholeh.
Doa hari – 28
Yaa Allah! Penuhkanlah hidupku dengan amalan-amalan Sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah perantaraanku kepada-MU diantara semua perantara, Wahai Yang tidak tersibukkan oleh permintaan orang-orang yang meminta.
Doa hari – 29
Yaa Allah! Liputilah aku dengan rabmat dan berikanlah kepadaku Taufiq dan penjagaan. Sucikanlah hatiku dan noda-noda fitnah wahai pengasih terhadap hamba-hamba-NYA yang Mu'min.
Yaa Allah! Jadikanlah puasaku disertai dengan syukur dan penerima di atas jalan keridhoan-MU dan keridhoan Rasul. Cabang-cabangnya kokoh dan kuat berkat pokok-pokoknya, Demi kenabian Mohammad dan keluarganya yang suci, dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam.

Read more...

Rabu, 11 Juli 2012

KHUTBAH NABI DI BULAN RAMADHAN

0 komentar

Imam Ibnu Khuzaimah dalam kitab At-Targhib juz II/217-218 meriwayatkan suatu hadits dari sahabat Salman ra yang mengatakan bahwa Rasul saw pada hari terakhir bulan Sya’ban berkhutbah di hadapan kaum muslimin.
Khutbah singkat Rasul saw tersebut berisi sejumlah informasi dan pesan penting yang harus diperhatikan dan dilaksanakan. Mengingat masa kita yang jauh dari Rasul dan hilangnya gambaran utuh kehidupan Islam dari muka bumi ini.
Ada 13 informasi dan pesan penting dari khutbah singkat Rasul saw di atas, yaitu :

1.    Bulan Ramadhan adalah bulan agung (Syahrun ‘Azim) yang penuh berkah (Syahrun Mubarak) yang mempunyai bobot lebih dibanding sebelas bulan lainnya dan disebut sebagai penghulu segala bulan (Sayidus Syuhur).
2.    Di dalam keagungan bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang paling bernilai bagi umat manusia yaitu lailatul qadr (malam kemuliaan yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan, sekitar 83 tahun 4 bulan) 
3.    Pada bulan ini Allah swt mewajibkan shaum sebulan penuh (lihat QS Al Baqarah :183) yang tujuannya adalah agar kita meningkatkan keimanan dan ketaqwaan semaksimal mungkin.
4.    Selain mewajibkan ibadah puasa di siang hari, Allah swt menganjurkan ibadah sunnah di malam hari berupa shalat qiyamul lail yang kemudian dikenal dengan shalat tarawih. Sabda Rasul SAW, HR Nasai dan Ahmad
”Sesungguhnya Allah telah memfardhukan shaum di bulan Ramadhan kepada kalian dan aku syari’atkan kepada kalian agar mendirikannya (dengan shalat tarawih). Barangsiapa yang mempuasai dan mendirikannya karena iman dan mengharapkan ridha Allah swt niscaya ia keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dikeluarkan dari ibunya”.
5.    Allah swt sangat menghargai aktifitas positif seorang muslim di bulan Ramadhan dengan menawarkan pahala yang luar biasa kepada kaum muslimin yang melakukannya (amalan sunnah di bulan Ramadhan sama dengan amalan wajib di bulan lain, 1 amal diganjar 70 kali lipat)
6.    Ramadhan dikatakan bulan kesabaran (Syahrul Shabri). Dalam suatu hadits rasul saw menggambarkan puasa sebagai separuh kesabaran (Nisfu sabri) dan ganjarannya adalah surga.
7.    Ramadhan adalah bulan memberikan pertolongan (Syarul Muwasah) Rasul saw bersabda :”tidaklah beriman kepadaku orang yang tidur nyenyak dan kenyang di malam hari sementara tetangganya kelaparan padahal ia mengetahui hal itu”.
8.    Ramadhan adalah bulan dimana Allah menambahkan rizkinya kepada seorang mu’min.
9.    Memberikan makan untuk berbuka bagi mereka tindakan yang sangat bernilai dan dihargai oleh Allah swt secara luar biasa dengan 3 penghargaan sekaligus :
-      menjadi ampunan bagi dosa-dosanya
-      pembebasan dari api neraka
-      diberi pahala setara dengan orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala yang bersangkutan.
10. Ramadhan adalah bulan yang hari-hari pertamanya adalah rahmat (kasih sayang) Allah swt kepada kaum muslimin, hari-hari pertengahannya adalah hari pengampunan dan hari-hari terakhirnya adalah pembebasan kaum muslimin dari api neraka.
11. Meringankan beban orang yang dikuasainya (mamluq/dulu seperti budak, barangkali sekarang bisa dikatakan pegawai dan bawahan).
12. Empat perkara yang dipesankan Rasul saw agar diperbanyak kaum muslimin di bulan Ramadhan. Dua perkara dari yang 4 itu bersifat menyenangkan Allah SWT yakni kaum muslimin meyakini dengan sesungguhnya bahwa tiada tuhan selain Allah dan mereka memohon ampunan kepada –Nya. Dua perkara sisanya sangat dibutuhkan kaum muslimin yakni mereka memohon surga-Nya dan berlindung dari api neraka. Dianjurkan memperbanyak membaca kalimat “Asyhaduanlaailahaillallah. Astaghfirullah. As’alukal jannata wa a’uzubika minannaar”.
13. Yang memberi minum kepada orang yang berpuasa mendapatkan penghargaan yang tak terbayangkan olehnya yakni mendapatkan minuman dari Allah SWT di akhirat nanti dengan minuman dari telaga (haud) Rasulullah saw yang dia tidak merasa haus lagi sesudahnya hingga ia masuk surga.

Menyadari hakikatpuasa Ramadhan yang tidak lain adalah penggemblengan mental, fisik danintelektual kita dalam rangka meningkatkan kadar ketaqwaan kita sehingga benar-benar lolos dalam medan ujian kehidupan dunia ini dengan predikat muttaqin.
Jika demikian kesadaran kita hendaknya kita menjalani ibadah puasa kira di bulan Ramadhan ini dengan memenuhi dan menyempurnakan rukun-rukun dan sunnah-sunnahnya.
Janganlah kita sampai terjatuh pada perkara-perkara yang membatalkan puasa maupun yang membuat puasa kita sia-sia.
Read more...

TUNTUNAN PRAKTIS AMALAN HARIAN RAMADHAN

0 komentar
  1. Jangan lupa berniat Puasa Ramadhan pada malam sebelumnya dan luruskan niat tersebut semata-mata untuk mencari ridho Allah.
  2. Makanlah Sahur dan akhirkanlah
  3. Bersegeralah dalam berbuka, dan janganlah berlebihan
  4. Jagalah diri kita dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa (makan, minum de el el), dan bagaimana seharusnya kita juga menjaga dari hal-hal yang merusak niat puasa kita (berkata/berbuat keji, dll)
  5. Lakukan Sholat Terawih dan perbanyak amalan-amalan sunnah nawafil laennya.
  6. Hidupkan malammu dengan Qiyamul lail
  7. Perbanyak membaca dan mengkaji Alquran.
  8. Perbanyak usaha untuk mengkaji tsaqofah (pengetahuan) Islam.
  9. Perbanyak membaca dua perkara yang bisa menyenangkan Allah (syahadat dan istigfar) dan dua perkara yang sangat kita butuhkan (memohon surgaNya dan perlindungan dari nerakaNya)
  10. Hindari perbuatan keji (bertengkar, mencuri, berzina dll); perkataan keji (ngegosip, bohong, ghibah, mencaci maki dll); juga hindari aktivitas yang sia-sia.
  11. Berburulah malam Lailatul Qadar pada 1/3 akhir Ramadhan, dengan semakin meningkatkan kuantitas dan kualitas amalan kita.
  12. Perbanyak sadaqoh dan infaq
  13. Jangan lupa mengeluarkan zakat fitrah pada waktunya.
Read more...

RAMADHAN PENUH BERKAH

0 komentar

“Sekiranya manusia mengetahui kebaikan-kebaikan yang terdapat di bulan Ramadhan, tentulah mereka mengharapkan agar seluruh bulan adalah bulan Ramadhan” [HR. Ibnu Huzaimah] 
Sesungguhnya shaum bulan Ramadhan merupakan salah satu syiar yang menyatukan kaum muslim, dan mengingatkan mereka bahwa Rabb mereka adalah satu, agama mereka pun satu, kiblat mereka sama, dan tujuan mereka juga satu. Lebih dari itu, Ramadhan semakin mengokohkan bahwa mereka adalah umat yang satu, berbeda dengan umat manusia lainnya. Juga, mengingatkan mereka bahwa umat yang berakar ini tidak boleh tetap dalam keterpecahbelahan menjadi lebih dari lima puluh negara boneka kecil-kecil. Tidak boleh juga tetap tanpa Khilafah yang menyatukan mereka, serta tidak boleh terus menerus tanpa penerapan syariat Islam yang menjadikan merekamulia dan bahagia.
          Dengan datangnya bulan Ramadhan yang diberkati maka lebih pantas bagi kaum Muslim sejenak berdiam diri sebagaimana dilakukan di setiap bulan Ramadhan, untuk melakukan koreksi (muhasabah) dan pengkajian. Koreksilah diri kita sendiri sebelum kita dihisab oleh Allah SWT. Apa andil masing-masing kita yang sudah diberikan terhadap Islam hingga saat ini? Apakah telah berupaya menghidupkan hukum-hukum Islam yang telah hilang? Apakah mematikan bid’ah dan menghidupkan Sunnah? Apakah telah melakukan amar ma’ruf nahi munkar? Apakah turut mengemban dakwah Islam serta bergabung dalam aktivitas untuk mengembalikan Khilafah Islamiyah? Atau kita ridha dengan kondisi dan aktivitas yang sebaliknya? Dan apakah kita berdiam diri dari aktivitas untuk menerapkan syariat Islam seraya ridha hidup dibawah syariat (hukum) kufur?
Umat Islam pada tahun ini merasa ditekan dan didzalimi lebih keras lagi dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Pada saat yang sama diri umat merasakan tidak ada yang dapat melepaskannya dari keburukan yang menimpanya selain Allah SWT. Umat merasa, kini semua pihak telah mengerumuninya dan dengan rakus merobek dan memakan dagingnya. Hal itu telah diuraikan dan disinggung oleh Rasulullah Saw.:
Kelak, bangsa-bangsa lain akan memperebutkan kalian, sebagaimana (mereka) memperebutkan makanan untuk meremukannya. [HR. Abu Daud dari Tsauban].
Setelah muhasabah ini, kaum Muslim wajib mengkaji kondisi mereka saat ini, lalu membandingkannya dengan kondisi yang mereka alami pada Ramadhan sebelumnya. Mengkaji hal-hal yang menguatkan dan yang melemahkan. Memahami unsur-unsur yang mampu meninggikan, memuliakan dan membangkitkan yang bisa mendorong cita-cita, bahwasanya pertolongan Allah itu adalah dekat. Dan unsur-unsur kemunduran, kehinaan dan keterpurukan yang memperpanjang sampainya pada keberhasilan, bahkan menjadi penghalang jalan kesuksesan. Umat wajib mencermati sebab-sebab tersebut hingga mereka dapat menghindari sebab-sebab kelemahan dan kehinaan mereka, atau menghalangi datangnya pertolongan Allah atas mereka. Lalu, mengambil sebab-sebab yang bisa menguatkan, meninggikan dan memuliakan tadi.

Bertakwa Kepada Allah

Allah telah mewajibkan kita shaum agar kita menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa. Firman Allah SWT.:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Qs. al-Baqarah[2]: 183).

Allah telah menentukan hikmah bagi orang yang berpuasa, yaitu takwa. Takwa seperti yang didefinisikan oleh sebagian Salafus Shâlih adalah: Takut kepada Allah Yang Maha Agung (al Jalîl), menerapkan wahyu yang diturunkan (at Tanzîl), dan mempersiapkan diri terhadap hari keberangkatan/kematian (ar Rahîl). Takut kepada Allah mampu menjadikan seorang individu dekat dengan Allah dan tunduk kepada-Nya. Ia diselimuti oleh suasana penuh keimanan kuat. Ketahuilah, bahwa peperangan terbesar yang pertama didalam Islam adalah perang Badar yang dilakukan kaum Muslim pada bulan Ramadhan, ketika perasaan mereka diliputi oleh taqarrub kepada Allah. Berkenaan dengan itu Allah berfirman:

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. (Qs. al-Baqarah[2]: 216).
Akan tetapi para sahabat ra telah memikul beban yang berat itu dengan rasa senang dan gembira. Dalam hal ini para sahabat ra merupakan sosok terbaik yang patut ditauladani. Mereka adalah generasi terbaik dari umat terbaik yang diturunkan untuk seluruh manusia ini. Puasanya mereka tidak menghalanginya untuk menjalankan kewajiban-kewajiban yang amat berat, seperti berperang dan jenis-jenis perbuatan berat lagi mulia lainnya. Bahkan hal tersebut makin mendekatkan diri mereka kepada Allah, dan menambah dorongan pada mereka untuk berkorban, baik harta ataupun yang lain. Demikianlah sejarah telah mencatat perang Badar Kubra terjadi pada bulan Ramadhan, begitu juga penaklukkan kota Makkah al-Mukarramah terjadi di bulan yang diberkati ini.
Para sahabat ra memahami bahwa Allah telah mewajibkan shaum Ramadhan atas kaum Muslim, serta menjadikannya sebagai bulan untuk berlomba-lomba melakukan amal kebaikan dan amal shaleh. Mereka sangat memegang teguh sabda Rasulullah Saw.:
Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkati. Allah membukakan (dan menurunkan) untuk kalian rahmat, mengosongkan (menghapuskan) kesalahan-kesalahan, mengabulkan doa. Allah Swt melihat persaingan kalian, dan para Malaikat menyenangi kalian. Allah akan menyirami kalian dengan kebaikan. Dan sungguh celaka siapa saja yang telah diharamkan atasnya rahmat Allah ‘azza wa jalla. [HR. Thabrani dari Ubadah bin Shamit].
Itulah yang diraih oleh orang-orang yang takwa dari generasi salaf umat ini berupa keagungan dan kemuliaan dari Allah atas amal mereka. Dan hal itu termaktub didalam al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Ketahuilah bahwa pertolongan/kemenangan yang Allah janjikan terhadap mereka terjadi di bulan Ramadhan, berupa kemenangan/pertolongan yang amat besar, yaitu penaklukkan kota Makkah. Itulah yang diceritakan Allah di dalam Kitab-Nya yang mulia:

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. (Qs. an-Nashr [110]: 1-2).

Dan firman-Nya pula:

Dan Allah menolong kamu terhadap mereka serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (Qs. at-Taubah [9]: 14).

Demikianlah, hal ini merupakan pelajaran bahwa Allah SWT menolong orang-orang yang menolong-Nya, yakni Dia menolong orang-orang yang berpegang teguh kepada dîn-Nya.

Turunya al-Qur’an

Allah SWT telah menurunkan kepada kalian al-Qur’an di bulan Ramadhan. Allah memberi petunjuk melalui al-Qur’an tersebut siapa saja yang mengikutinya, dan menyesatkan siapa saja yang menyimpang darinya. Di dalam al-Qur’an itu terdapat petunjuk, dan penjelas dari petunjuk (berisi keterangan-keterangan tentang hukum), dan pembeda (antara haq dan batil). Allah berfirman:

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). (Qs. al-Baqarah [2]: 185).

Lebih dari itu Allah telah menjelaskan segala sesuatu hingga tidak ada satu masalah pun -meski masalah itu senantiasa muncul dan jenisnya bermacam-macam- kecuali ada hukumnya. Allah berfirman:

Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu. (Qs. an-Nahl [16]: 89).

Allah telah mensyariatkan Islam kepada Muhammad saw sebagai satu-satunya agama yang benar, bukan seperti yang disangka oleh kaum kafir. Islam adalah agama yang mengatur hubungan manusia dengan Rabb-nya, yang mengatur hubungan dengan dirinya sendiri, dan yang mengatur hubungannya dengan sesama makhluk baik manusia maupun makhluk lainnya. Aktivitas menerapkan wahyu yang diturunkan termasuk penerapan hukum-hukum syariat (Islam) secara total di berbagai aspek kehidupan manusia, baik individu, kelompok maupun negara merupakan penyebab hakiki untuk kemuliaan Islam dan kaum muslim. Dan, didalam penerapan itulah terdapat keagungan dan kewibawaan mereka di depan musuh-musuhnya. Allah berfirman:

Padahal kekuatan (kemuliaan) itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, akan tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (Qs. al-Munafiqun [63]: 8).

Sebaliknya, jauhnya kaum muslim dari Islam dan hukum-hukumnya, itulah penyebab hakiki kelemahan mereka, ketertinggalan dan kenestapaannya. Firman Allah:

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (Qs. Tha’ha [20]: 124).

Sekarang kaum muslim telah sadar bahwa Islam bukanlah semata syiar-syiar ibadah ritual, melainkan merupakan dîn sempurna: akidah, syariat, hukum, politik, dan risalah ke seluruh dunia. Berkaitan dengan hal ini Allah SWT berfirman:

Hari ini, telah Aku sempurnakan bagi kalian dîn kalian, dan telah Aku cukupkan atas kalian nikmat-Ku, dan Aku meridhai bagi kalian Islam sebagai dîn kalian. (QS. al-Mâidah [5]: 3).

Kaum muslim juga telah sadar akan kewajiban menegakan Khilafah yang menerapkan Islam secara total. Demikian pula, kaum muslim sekarang telah sadar bahwa Barat kafir membuat tipu daya terhadap Islam serta hendak memadamkan cahayanya. Namun, rugilah Barat dan seluruh kekufuran, Allah SWT berfirman:

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala dîn (agama dan ideologi), walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai(Qs. at-Taubah[9]: 32-33).

Read more...

AKTIVITAS DI BULAN RAMADHAN 2

0 komentar
Kiat Keempat: Memprioritaskan Amalan yang Wajib

Hendaknya orang yang berpuasa itu memprioritaskan amalan yang wajib. Karena amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah amalan-amalan yang wajib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam suatu hadits qudsi, bahwa Allah ta’ala berfirman:

وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه

“Dan tidaklah seseorang mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan-amalan yang Ku-wajibkan.” (HR. Bukhari)
Di antara aktivitas yang paling wajib dilaksanakan pada bulan Ramadhan adalah: mendirikan shalat berjamaah lima waktu di masjid (bagi kaum pria), berusaha sekuat tenaga untuk tidak ketinggalan takbiratul ihram. Telah diuraikan dalam sebuah hadits:

من صلى لله أربعين يوما في جماعة يدرك التكبيرة الأولى كتب له براءتان: براءة من النار وبراءة من النفاق

“Barang siapa yang shalat karena Allah selama empat puluh hari dengan berjama’ah dan selalu mendapatkan takbiratul ihram imam, akan dituliskan baginya dua ‘jaminan surat kebebasan’ bebas dari api neraka dan dari nifaq.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani)

Seandainya kita termasuk orang-orang yang amalan sunnahnya tidak banyak pada bulan puasa, maka setidaknya kita berusaha untuk memelihara shalat lima waktu dengan baik, dikerjakan secara berjamaah di masjid, serta berusaha sesegera mungkin berangkat ke masjid sebelum tiba waktunya. Sesungguhnya menjaga amalan-amalan yang wajib di bulan Ramadhan adalah suatu bentuk ibadah dan taqarrub yang paling agung kepada Allah.

Sungguh sangat memprihatinkan, tatkala kita dapati orang yang melaksanakan shalat tarawih dengan penuh semangat, bahkan hampir-hampir tidak pernah absen, namun yang disayangkan, ternyata dia tidak menjaga shalat lima waktu dengan berjamaah. Terkadang bahkan tidur, melewatkan shalat wajib dengan dalih sebagai persiapan diri untuk shalat tarawih!!? Ini jelas-jelas merupakan suatu kejahilan dan bentuk peremehan terhadap kewajiban! Sungguh hanya mendirikan shalat lima waktu berjamaah tanpa diiringi dengan shalat tarawih satu malam, lebih baik daripada mengerjakan shalat tarawih atau shalat malam, namun berdampak menyia-nyiakan shalat lima waktu. Bukan berarti kita memandang sebelah mata terhadap shalat tarawih, akan tetapi seharusnya seorang muslim menggabungkan kedua-duanya; memberikan perhatian khusus terhadap amalan-amalan yang wajib seperti shalat lima waktu, lalu baru melangkah menuju amalan-amalan yang sunnah seperti shalat tarawih.

Kiat Kelima: Berusaha untuk Mendapatkan Lailatul Qadar

Setiap muslim di bulan berkah ini berusaha untuk bisa meraih lailatul qadar. Dialah malam diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Qadar: 1, dan QS. Ad-Dukhan: 3), dialah malam turunnya para malaikat dengan membawa rahmat (QS. Al-Qadar: 4), dialah malam yang berbarakah (QS. Ad-Dukhan: 3), dialah malam yang lebih utama daripada ibadah seribu bulan! (83 tahun plus 4 bulan) (QS. Al-Qadar: 3). Barang siapa yang beribadah pada malam ini dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh-Nya (HR. Bukhari dan Muslim).

Mendengar segunung keutamaan yang dimiliki malam mulia ini, seyogyanya seorang muslim memanfaatkan kesempatan emas ini untuk meraihnya.

Di malam ke berapakah lailatul qadar akan jatuh?

Malam lailatul qadar akan jatuh pada malam-malam sepuluh akhir bulan Ramadhan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:

تحروا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tepatnya pada malam-malam yang ganjil di antara malam-malam yang sepuluh tersebut, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر من رمضان

“Carilah lailatul qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Tapi di malam manakah di antara malam-malam yang ganjil? Apakah di malam 21, malam 23, malam 25, malam 27 atau malam 29? Pernah di suatu tahun pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lailatul qadar jatuh pada malam 21, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Sa’id al-Khudri bahwa di pagi hari tanggal 21 Ramadhan tahun itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إني أريت ليلة القدر

“Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qadar (malam tadi).” (HR.Bukhari dan Muslim)
Pernah pula di suatu tahun lailatul qadar jatuh pada malam 27. Ubai bin Ka’ab berkata:

والله إني لأعلمها وأكثر علمي هي الليلة التي أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم بقيامها هي ليلة سبع وعشرين

“Demi Allah aku mengetahuinya (lailatul qadar), perkiraan saya yang paling kuat dia jatuh pada malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk bangun malam di dalamnya, yaitu malam dua puluh tujuh.” (HR. Muslim)

Pada tahun yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para sahabatnya untuk mencari lailatul qadar pada tujuh malam terakhir dari bulan Ramadhan:

فمن كان متحريها فليتحرها في السبع الأواخر

“Barang siapa yang ingin mencarinya (lailatul qadar) hendaklah ia mencarinya pada tujuh malam terakhir (dari bulan Ramadhan).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Cara memadukan antara hadits-hadits tersebut di atas: dengan mengatakan bahwa lailatul qadar setiap tahunnya selalu berpindah-pindah dari satu malam yang ganjil ke malam ganjil lainnya, akan tetapi tidak keluar dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan (Lihat Fathul Baari karya Ibnu Hajar, dan Asy-Syarh al-Mumti’ karya Syaikh al-Utsaimin (6/493-495))

Di antara hikmah dirahasiakannya waktu lailatul qadar adalah:
  1. Agar amal ibadah kita lebih banyak. Sebab dengan dirahasiakannya kapan waktu lailatul qadar, kita akan terus memperbanyak shalat, dzikir, doa dan membaca Al-Qur’an di sepanjang malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan terutama malam yang ganjil.
  2. Sebagai ujian dari Allah ta’ala, untuk mengetahui siapa di antara para hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam mencari lailatul qadar dan siapa yang bermalas-malasan serta meremehkannya (Majaalisu Syahri Ramadhaan, karya Syaikh al-’Utsaimin hal: 163)
Maka seharusnya kita berusaha maksimal pada sepuluh hari itu; menyibukkan diri dengan beramal dan beribadah di seluruh malam-malam itu agar kita bisa menggapai pahala yang agung itu. Mungkin saja ada orang yang tidak berusaha mencari lailatul qadar melainkan pada satu malam tertentu saja dalam setiap Ramadhan dengan asumsi bahwa lailatul qadar jatuh pada tanggal ini atau itu, walaupun dia berpuasa Ramadhan selama 40 tahun, barangkali dia tidak akan pernah sama sekali mendapatkan momen emas itu. Selanjutnya penyesalan saja yang ada…

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan teladan:

(كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله) متفق عليه

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika memasuki sepuluh (terakhir Ramadhan) beliau mengencangkan ‘ikat pinggangnya’, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kiat Keenam: Jadikan Ramadhan Sebagai Madrasah untuk Melatih Diri Beramal Saleh, yang Terus Dibudayakan Setelah Berlalunya Bulan Suci Ini

Bulan Ramadhan ibarat madrasah keimanan, di dalamnya kita belajar mendidik diri untuk rajin beribadah, dengan harapan setelah kita tamat dari madrasah itu, kebiasaan rajin beribadah akan terus membekas dalam diri kita hingga kita menghadap kepada Yang Maha Kuasa.

Allah ta’ala memerintahkan:

واعبد ربك حتى يأتيك اليقين

“Dan sembahlah Rabbmu sampai ajal datang kepadamu.” (QS. Al-Hijr: 99)

Tatkala al-Hasan al-Bashri membaca ayat ini beliau menjelaskan,

إن الله لم يجعل لعمل المؤمن أجلا دون الموت

“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan batas akhir bagi amal seorang Mukmin melainkan ajalnya.”

Maka jangan sampai amal ibadah kita turut berakhir dengan berakhirnya bulan Ramadhan. Kebiasaan kita untuk berpuasa, shalat lima waktu berjamaah di masjid, shalat malam, memperbanyak membaca Al-Qur’an, doa dan zikir, rajin menghadiri majelis taklim dan gemar bersedekah di bulan Ramadhan, mari terus kita budayakan di luar Ramadhan.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس, وكان أجود ما يكون في رمضان

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan sekali di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ulama salaf pernah ditanya tentang sebagian orang yang rajin beribadah di bulan Ramadhan, namun jika bulan suci itu berlalu mereka pun meninggalkan ibadah-ibadah tersebut? Dia pun menjawab:

بئس القوم لا يعرفون الله إلا في رمضان

“Alangkah buruknya tingkah mereka, mereka tidak mengenal Allah melainkan hanya di bulan Ramadhan!”

Merupakan ciri utama diterimanya puasa kita di bulan Ramadhan dan tanda terbesar akan keberhasilan kita meraih lailatul qadar adalah: berubahnya diri kita menjadi lebih baik daripada kondisi kita sebelum Ramadhan.

Wallahu ta’ala a’lam wa shallallahu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala alihi wa shabihi ajma’in.

Read more...