Pages

 

Rabu, 18 Juli 2012

PUASA BAGI ORANG YANG MEMAKAI OBAT PENCEGAH HAID

0 komentar
Keutamaan bulan Romadhon menjadikan setiap orang ingin berlomba-lomba dalam kebaikan. Mereka ingin meraih ganjaran puasa yang besar pada bulan ini. Tidak terkecuali kaum wanita. Namun, bagi kaum wanita ada penghalang yang membuat mereka tidak bisa berpuasa sebulan penuh karena datangnya darah haid. Nah, bolehkah kaum wanita meminum obat pencegah haid karena ingin berpuasa Romadhon sebulan penuh?

Jawaban
Ketahuilah, meminum obat pencegah haid pada asalnya dibolehkan apabila terpenuhi tiga 

syarat:
Pertama: Tidak membahayakan dan tidak me-nimbulkan efek samping apabila meminumnya. Karena segala sesuatu yang membahayakan terlarang dalam agama ini. Rosululloh صلي الله عليه وسلم bersabda:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

"Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh menimpakan bahaya kepada orang lain." 1

Kedua: Atas persetujuan dan ketetapan dokter yang ahli dan amanat.

Ketiga: Mendapat izin dari suami. Allohu A'lam.

Inilah yang difatwakan oleh para ulama kita. Ma'mar berkata: "Saya mendengar Ibnu Abi Najih ditanya akan hal itu lalu beliau membolehkannya. Imam Ahmad juga berkata: 'Boleh wanita minum obat pencegah haid kalau itu obat yang diakui.'"2

1. Shohih. Diriwayatkan oleh ad-Daraquthni No. 522, al-Hakim 2/57-58, al-Baihaqi 6/69; dishahihkan al-Hakim dan ia mengatakan: "Sesuai dengan syarat Muslim," serta disepakati adz-Dzahabi. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-lrwa' No. 896.
2. Jami' Ahkamin Nisa' 1/198-200 Musthafa al-Adawi. Lihat pula Majmu' Fatawa Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh 4/176-177, Majmu' Fatawa Syaikh Ibnu Baz 15/201, Fatawa Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin fi Zakat wa Shiyam hlm. 640-641, Fatawa Lajnah Da'imah No. 4543, Fatawa al-Mar'ah al-Muslimah hlm. 345-347 isyraf: Abu Muhammad Asyraf Abdul Maqshud, Tanbihat 'ala Ahkamin Takhthasu bil Mukminat hlm. 35 Shalih al-Fauzan, al-Ahkam Syar'iyyah lid Dima' Thabi'iyyah hlm. 52-53 Ahmad ath-Thayyar, Masa'il Mu'ashirah Mimma Ta'ummu bil Balwa hlm. 456-458 Nayif bin Jam'an al-Juraidan.

0 komentar:

Posting Komentar